INTEGRASI
NASIONAL
Integrasi nasional merupakan usaha dan
proses mempersatukan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya
keserasian dan keselarasan secara nasional.
Faktor – faktor pendorong Integrasi
Nasional :
1.
Faktor sejarah
yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan.
2.
Keinginan untuk
bersatu dikalangan bangsa Indonesia.
3.
Rasa cinta tanah
air.
4.
Rasa rela
berkorban untuk kepetingan bangsa dan negara.
5.
Kesepakatan atau
konsensus nasional dalam perwujudan proklamasi kemerdekaan.
6.
Pancasila dan
UUD 1945, bendera merah putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, bahasa kesatuan
bahasa Indonesia.
Faktor – faktor penghambat Integrasi
Nasional :
1.
Masyarakat
Indonesia yang heterogen.
2.
Wilayan negara
yang begitu luas.
3.
Besar
kemungkinan adanya ancaman akan keutuhan negara.
4.
Ketimpangan dan
ketidakmerataan pembangunan.
5.
Adanya paham
“etnosentrisme” di beberapa suku bangsa.
Contoh wujud Integrasi Nasional :
1.
Pembangunan
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta oleh Pemerintah Indonesia yang
diresmikan pada tahun 1976.
2.
Sikap toleransi
antarumat beragama.
3.
Sikap menghargai
dan merasa ikut memiliki kebudayaan daerah lain.
Contoh pedorong Integrasi Nasional :
1.
Adanya rasa
keinginan untuk bersatu.
2.
Rasa cinta tanah
air.
3.
Adanya rasa
untuk tidak ingin terpecah belah.
4.
Adanya sikap
kedewasaan di sebagian pihak.
5.
Adanya rasa
senasib dan sepenanggungan.
6.
Adanya rasa
keinginan untuk rela berkorban.
Bentuk Integrasi Nasional :
1.
Asimilasi :
pembauran kebudayaan yang disertai ciri khas kebudayaan asli.
2.
Akulturasi :
penerimaan sebagian unsur – unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.
A.
Keterkaitan Integrasi Nasional Indonesia dan
Identitas Nasional
Macam – macam jenis Integrasi Nasional :
1.
Integrasi bangsa
: proses penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya.
2.
Integrasi
wilayah : proses penyatuan wilayah.
3.
Integrasi nilai
: konsensus terhadap nilai yang disepakati.
4.
Integrasi elit
massa : proses menghubungkan antar pemerintah dengan yang diperintah.
5.
Integrasi
tingkah laku : penciptaan perilaku yang dapat diterima demi mencapai tujuan
bersama.
6.
Tantangan
integrasi nasional Indonesia ada 2 yaitu integrasi vertical dan integrasi
horizontal.
B.
Sejarah Perkembangan Integrasi Nasional
Sejarah dimulai sejak kerajaan Sriwijaya. Kerajaan
berhasil membangun integrasi nasional karena memiliki wilayah yang luas dan
terdiri dari beberapa bagian pulau dan mampu membangun hubungan kerja sama
dengan berbagai negara. Setelah itu ada kerajaan Majapahit. Hingga pada
akhirnya persatuan dan kesatuan bangsa yang lebih menjamin terwujudnya negara
yang makmur, aman, dan tentram.
C.
Disintegrasi
Konflik – konflik yang
ada di Indonesia mengarah pada disintegrasi. Bila integrasi mengarah pada
persatuan, disintegrasi mengarah pada perpecahan. Disintegrasi dapat diartikan
dengan lunturnya persatuan dan kesatuan dari suatu bangsa. Contoh koflik
disintegrasi di Indonesia antara lain : peristiwa PKI Madiun, DI/TII, PRRI dan
Permesta, RMS, gerakan separatis (GAM dan OPM). Kerusuhan yang muncul
diberbagai daerah di Indonesia mengarah pada konflik vertical. Sedangkan
konflik horizontal mengarah pada konflik antar suku dan antar golongan.
Upaya yang dilakukan dalam menanggulangi
disintegrasi :
1.
Menghidupkan dan
membangun komitmen, kehendak serta kesadaran untuk bersatu.
2.
Membangun
kondisi yang mendukung komitmen.
3.
Membangun
kelembagaan yang bernorma.
4.
Merumuskan
kebijakan dan regualsi yang konkret, tepat, dan tegas dalam segala aspek
kehidupan.
5.
Menciptakan
ruang publik yang menyuburkan pemahaman keragaman dalam kondisi masyarakat yang
plural atau majemuk.
D.
Strategi Integrasi
Cara untuk membangun integrasi :
1.
Asimilasi :
proses integrasi perpaduan beberapa unsur budaya sehingga tidak memunculkan
unsur aslinya.
2.
Akulturasi :
perpaduan beberapa unsur budaya yang masing – masing unsurnya masih Nampak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar