Senin, 05 Oktober 2020

Pendidikan Kewarganegaraan - Integrasi Nasional

 

INTEGRASI NASIONAL

 

Integrasi nasional merupakan usaha dan proses mempersatukan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional.

Faktor – faktor pendorong Integrasi Nasional :

1.      Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan.

2.      Keinginan untuk bersatu dikalangan bangsa Indonesia.

3.      Rasa cinta tanah air.

4.      Rasa rela berkorban untuk kepetingan bangsa dan negara.

5.      Kesepakatan atau konsensus nasional dalam perwujudan proklamasi kemerdekaan.

6.      Pancasila dan UUD 1945, bendera merah putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, bahasa kesatuan bahasa Indonesia.

Faktor – faktor penghambat Integrasi Nasional :

1.      Masyarakat Indonesia yang heterogen.

2.      Wilayan negara yang begitu luas.

3.      Besar kemungkinan adanya ancaman akan keutuhan negara.

4.      Ketimpangan dan ketidakmerataan pembangunan.

5.      Adanya paham “etnosentrisme” di beberapa suku bangsa.

Contoh wujud Integrasi Nasional :

1.      Pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta oleh Pemerintah Indonesia yang diresmikan pada tahun 1976.

2.      Sikap toleransi antarumat beragama.

3.      Sikap menghargai dan merasa ikut memiliki kebudayaan daerah lain.

 

 

Contoh pedorong Integrasi Nasional :

1.      Adanya rasa keinginan untuk bersatu.

2.      Rasa cinta tanah air.

3.      Adanya rasa untuk tidak ingin terpecah belah.

4.      Adanya sikap kedewasaan di sebagian pihak.

5.      Adanya rasa senasib dan sepenanggungan.

6.      Adanya rasa keinginan untuk rela berkorban.

Bentuk Integrasi Nasional :

1.      Asimilasi : pembauran kebudayaan yang disertai ciri khas kebudayaan asli.

2.      Akulturasi : penerimaan sebagian unsur – unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.

 

A.    Keterkaitan Integrasi Nasional Indonesia dan Identitas Nasional

Macam – macam jenis Integrasi Nasional :

1.      Integrasi bangsa : proses penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya.

2.      Integrasi wilayah : proses penyatuan wilayah.

3.      Integrasi nilai : konsensus terhadap nilai yang disepakati.

4.      Integrasi elit massa : proses menghubungkan antar pemerintah dengan yang diperintah.

5.      Integrasi tingkah laku : penciptaan perilaku yang dapat diterima demi mencapai tujuan bersama.

6.      Tantangan integrasi nasional Indonesia ada 2 yaitu integrasi vertical dan integrasi horizontal.

 

B.     Sejarah Perkembangan Integrasi Nasional

Sejarah dimulai sejak kerajaan Sriwijaya. Kerajaan berhasil membangun integrasi nasional karena memiliki wilayah yang luas dan terdiri dari beberapa bagian pulau dan mampu membangun hubungan kerja sama dengan berbagai negara. Setelah itu ada kerajaan Majapahit. Hingga pada akhirnya persatuan dan kesatuan bangsa yang lebih menjamin terwujudnya negara yang makmur, aman, dan tentram.

C.    Disintegrasi

Konflik – konflik yang ada di Indonesia mengarah pada disintegrasi. Bila integrasi mengarah pada persatuan, disintegrasi mengarah pada perpecahan. Disintegrasi dapat diartikan dengan lunturnya persatuan dan kesatuan dari suatu bangsa. Contoh koflik disintegrasi di Indonesia antara lain : peristiwa PKI Madiun, DI/TII, PRRI dan Permesta, RMS, gerakan separatis (GAM dan OPM). Kerusuhan yang muncul diberbagai daerah di Indonesia mengarah pada konflik vertical. Sedangkan konflik horizontal mengarah pada konflik antar suku dan antar golongan.

Upaya yang dilakukan dalam menanggulangi disintegrasi :

1.      Menghidupkan dan membangun komitmen, kehendak serta kesadaran untuk bersatu.

2.      Membangun kondisi yang mendukung komitmen.

3.      Membangun kelembagaan yang bernorma.

4.      Merumuskan kebijakan dan regualsi yang konkret, tepat, dan tegas dalam segala aspek kehidupan.

5.      Menciptakan ruang publik yang menyuburkan pemahaman keragaman dalam kondisi masyarakat yang plural atau majemuk.

 

 

D.    Strategi Integrasi

Cara untuk membangun integrasi :

1.      Asimilasi : proses integrasi perpaduan beberapa unsur budaya sehingga tidak memunculkan unsur aslinya.

2.      Akulturasi : perpaduan beberapa unsur budaya yang masing – masing unsurnya masih Nampak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar